Yep, kegiatan ini dimulai ketika salah seorang anggota raxivenn, atau tepatnya venn, memberitahukan kepada seisi kelas dengan rona gembira bahwa jam pelajaran PKn, yang alhamdulillah 2 jam, kosong. Kata Pak Yus, sih, belajar mandiri. Tapi... raxivenn gitu, siapa juga yang bakal belajar. Alhasil? 45x2 menit itu kita habiskan dengan.... YA! Menonton film. Mau tau apa yg kita tonton? Awalnya Alya, yang kebetulan hari kamis itu bawa notebook untuk keperluan bhs.inggris menawarkan ke kita sekelas, mau nonton film atau nggak, mumpun wi-fi lancar, nonton dari Youtube buffer-nya cepet. Sontak ribut deh tuh sekelas. Gue secara personal, reuquest ke Alya, nonton film horror Thailand. Alya ngusulin, kalau horror, The Ring aja. Gue setuju. Nah, begitu akan dicolokkan kabel proyektor, tiba-tiba sebuah suara yg seratus persen milik cowok, yaitu master Aldo (julukan Raka) mencetuskan agar kita nonton film romantis aja. Duhduh, setipe emang sama Ihsan. Oke, akhirnya kita tanya Aldo punya film apa. Eh Ihsan atau Aldo gitu yg nawarin, bilang dia punya film "First Love", film Thailand. Yang ternyata lebih dikenal dengan judul "A Crazy Little Thing Called Love".
Kontan aja, venn yg tau film itu pada kegirangan, langsung setuju buat nonton film itu. Jadilah kita nonton. Dan ternyata lagi, nggak cuma cewek yg demen nonton film romantis, yg cowok pun gue dapati termangu-mangu menatap layar proyektor. Hahaha, tau juga kan mereka asiknya film mellow. Sayangnya, karena di awal perdebatan kita sekelas tentang film apa yg mau kita tonton cukup memakan banyak waktu, film itu tidak selesai. Dan, dilanjutkan hari ini yg ternyata, nggak selesai juga. Yah, film itu menceritakan tentang Nam, seorang gadis biasa saja kalau nggak sopan dibilang jelek, jatuh cinta pada seorang seniornya yg terpaut 3 tahun diatasnya, bernama Shone. Berbagai cara dia lakukan didukung tiga orang sahabat setianya untuk menarik perhatian Shone. Ternyata yg menyukai Shone tidak hanya Nam, tetapi ada seorang gadis cantik berwajah chinese. Dia cenderung lebih berani mendekati Shone, karena dia sadar akan rupa wajahnya. Namun saingan Nam ini sangat licik. Lalu, teman TK Shone, Top, datang, menjadi murid baru di sekolah mereka. Kebetulan dia melihat Nam saat pentas seni teater, diamana Nam berperan menjadi Snow White. (Ngomong2 Snow White, gue jadi ingat materi UTS english. Oke, lupakan). Nah, sejak saat itu Top selalu memperhatikan Nam, dan tidak lama memberanikan diri untuk mengajaknya berpacaran. Seiring berjalan waktu, usaha Nam dan ketiga temannya dalam merubah penampilan Nam membuahkan hasil. Nam menjadi lebih putih dan cantik. Saat Valentine, Nam mendapat banyak hadiah dari para cowok karena perannya sebagai Snow White. Nam menunggu kedatangan Shone, dan ternyata Shone datang, membawakan serumpun bunga. Hati Nam berbunga-bunga. Namun bunga-bunga itu layu saat Nam tahu bahwa bunga itu dari temannya, yakni Top. Ketika ditanya kesediaannya untuk berpacaran dengan Top, Nam tidak menjawab. Namun Top menganggapnya sebagai 'ya'. Nam menjalani harinya sebagaimana orang pacaran dengan Top. Dengan menjadi pacar Top, otomatis Nam menjadi dekat dengan teman-teman Shone juga seperti Pin, yg mendandaninya untuk pementasan drama. Melihat hal itu, teman-temannya merasa kehilangan Nam. Apalagi ketika hari ulang tahun Cheer, dimana Nam sudah berjanji untuk merayakannya bersama mereka, tetapi ia malah pergi kencan dengan Top. Lambat laun, ketiga sahabat Nam menjauhinya. Tidak lama, di suatu kencan Nam dengan Top, merayakan ulang tahun teman Top yaitu Ake, Top mencium pipi Nam. Shone melihatnya dan sedikit tertegun. Nam juga menjadi diam. Ketika sampai di rumah Nam, Top berkata akan menjemputnya lagi esok hari. Namun Nam melarangnya, dan malam itu memutuskannya, dengan memberi tahu bahwa ia hanya mencintai satu orang. Top sangat sedih diputuskan secara sepihak, dan meminta Shone berjanji untuk tidak berpacaran dengan Nam apapun yg terjadi. Selama 3 tahun, dari kelas satu SMP hingga kelas 3 SMP, Nam tetap menyukai Shone. Suatu sore, Nam melihat papan pengumuman dengan sedih. Nam berada di tingkat teratas dalam hal popularitas, tetapi ia sedih karena kehilangan sahabatnya. Nam memberanikan diri menghampiri sahabatnya dan mengajak mereka berbaikan. Akhirnya mereka rukun kembali. Di kelulusan, Nam berhasil meraih peringkat pertama dan mendapat hadiah pergi ke Amerika dari ayahnya. Di kelulusan itu pula, dengan dukungan dari sahabtnya, Nam menyatakan cintanya kepada Shone. Tetapi takdir berkata lain, ternyata Shone sudah menjadi pacar Pin sejak seminggu sebelum kelulusan. Nam sangat sedih bahkan sampai jatuh ke kolam renang ketika berbalik badan hendak meninggalkan Shone. Shone juga terlihat terpukul. Di rumahnya, Shone membuka album fotonya yg berisi foto Nam, dan hal-hal yg berkaitan dengannya. Ternyata selama ini Shone menyukai Nam, bahkan sejak Nam masih buruk rupa. Benar, Shone yg memberikan sudah digigit sedikit kepada Nam. Shone-lah pemberi asli serumpun bunga ketika Valentine, yg dia tumbuhkan sendiri. Shone juga sedih ketika mendengar suara Top menyatakan cintanya kepada Nam di tangga. Shone ingin menggendong Nam juga, ketika gadis itu terkilir dan digendong di punggung Top. Hati Shone semakin terasa sakit ketika mengingat kata0kata top untuk tidak berpacaran dnegan Nam.Akhirnya, dia memutuskan untuk meletakkan album hasil jepretannya di depan rumah Nam. Di kamarnya, Nam sedang menangis sedang dibawahnya, Shone melintas meninggalkan rumah Nam untuk yg pertama dan terakhir kalinya. Shone pergi ke Bangkok untuk menjadi pemain sepak bola, Nam pergi ke Amerika melanjutkan studinya. 9 tahun kemudian mereka bertemu di sebuah talk show dengan guest star Nam. Shone datang sebagai pemilik album foto yg ditunjukkan oleh host acara itu. Shone engatakan kalau ia menunggu seseorang kembali dari USA. Mereka berpandangan dengan mata berkaca-kaca. -SELESAI- Sebenernya sedih loh kalau nonton sendiri. Okay, just it. Kamsahamnida, joesonghamnida udah nyampah sinopsis film^^v
-SDH-


2 comments:
tik? ini sinopsis film ya? -____-
hahaha -_-
Post a Comment