Friday, 4 July 2014

Puisi Kita - Luka


Daun berjatuhan
Angin bertiup kencang
Gemuruh memecah kesunyian
Gemercik air menghanyutkan

Badai kan datang
Yang menghembus hatiku
Menembus tajam
Setajam silet

Seperti angin yang berhembus kencang
Yang menusuk diriku dengan menyakitkan
Meninggalkan luka yang menbekas
Luka yang begitu dalam
Luka yang menggores hati ini
Membekas, tak pernah hilang
Yang takkan lekang oleh zaman

Obat apapun tak mampu menyembuhkan
Rasa sakit yang tak terobatkan
Bahkan oleh Betadine yang kubeli tadi siang
Apalagi Paramex yang baru saja kuminum
Tak mampu menghilangkan perih ini

Tapi ku yakin kau bisa menghilangkannya
Kau bagai cahaya pelita di hatiku
Walau begitu, masih ada pelita lain akan datangiku

Ini bukan akhir sebuah puisi, kasih...

0 comments:

Post a Comment

Followers

Powered by Blogger.